OMA NA

 

Berikut adalah deskripsi data lengkap, detail, dan numerik terperinci untuk karakter Oma Na dalam proyek Guardian of Langowan, dibuat agar otomatis konsisten di seluruh panel komik dan video, sesuai standar visual dan spiritual proyek.



---

✅ DATA NUMERIK LENGKAP KARAKTER – OMA NA

📛 Identitas Umum

Nama: Oma Na

Usia: ±78 tahun

Jenis kelamin: Perempuan

Tinggi badan: ±152 cm

Postur: Sedikit bungkuk (±15°), gerakan perlahan tapi stabil, tubuh kecil namun berwibawa

Asal: Langowan (masa lalu & masa kini – hidup di antara dua dunia)

Peran: Nenek penjaga rahasia leluhur, pemandu spiritual Tuama, pemegang kunci Waruga dan Pohon Rangow

Sifat: Bijak, lembut, penuh misteri, sekaligus kuat saat melakukan ritual leluhur



---

🧑‍🎨 Struktur Wajah & Kepala

Bentuk wajah: Oval lansia

Panjang wajah: ±18.2 cm

Lebar wajah: ±14.2 cm

Jarak antar mata (interocular distance): ±3.0 cm

Mata:

Bentuk kecil dan dalam

Warna: Cokelat sangat gelap (#3B2F2F)

Diameter iris: ±0.9 cm

Sering menyala lembut keemasan saat melakukan ritual


Alis: Sangat tipis, sedikit melengkung, rambut putih abu halus (#EAEAEA)

Hidung: Pendek (±4.2 cm), ujung membulat, lubang hidung kecil

Mulut: Kecil, bibir tipis (lebar ±4.3 cm), warna bibir: cokelat mawar pudar (#A9746E)

Telinga: Sedikit panjang dan lebar (±6.0 cm), beranting etnik kayu tua dan tulang

Dagu: Runcing lemah, dengan keriput dalam di sekitarnya

Kerutan wajah: Dalam dan alami — di dahi, sekitar mata (crow’s feet), dan mulut (smile lines)

Ekspresi khas: Lembut dan penuh kasih, atau serius saat ritual



---

💇‍♀️ Rambut

Panjang: ±60 cm

Warna: Putih perak alami (#DCDCDC)

Tekstur: Kasar dan sedikit bergelombang

Gaya: Disanggul rendah di belakang kepala, dengan beberapa helai longgar di pelipis

Aroma khas: Daun sirih dan kayu cendana (dalam narasi spiritual)



---

🧍‍♀️ Tubuh & Gerakan

Tinggi: ±152 cm

Berat badan: ±43 kg

Postur: Bungkuk ringan, tangan sering menopang tongkat

Tangan: Kurus, urat menonjol, jari-jari panjang dengan kuku pendek dan bersih

Kulit: Cokelat tua hangat (#7A4E2E), dengan tekstur keriput dan bintik usia

Tanda khas: Bekas luka kecil di pergelangan kiri (dari ritual lama)

Gerakan: Pelan tapi penuh makna — anggun dalam upacara, lambat saat berjalan biasa



---

👘 Pakaian & Aksesori

Busana utama:

Jubah kain tenun Minahasa

Warna dominan: marun tua (#800000) dan biru indigo gelap (#2A2A40)

Aksen benang emas samar (pola leluhur)


Selendang ritual: Dikenakan menyilang, bermotif simbol leluhur dan warna bumi

Aksesori spiritual:

Kalung manik-manik roh (ukiran kayu dan batu alam)

Tongkat kayu tua (±110 cm), berukir simbol roh, ujung diberi kain putih dan tali daun kering

Kain pinggang: tenun Minahasa berpola merah-hitam

Gelang tulang di tangan kanan, lambang penjaga Waruga


Efek aura: Cahaya keemasan hangat saat ritual aktif, muncul dari tangan dan tongkat

Bunyi khas: Gemericik manik-manik dan lonceng kecil saat berjalan



---

🌫️ Lingkungan Umum & Aura

Tempat muncul:

Di dekat Waruga tua

Di bawah Pohon Rangow

Di dalam rumah kayu tua dengan altar roh


Efek spiritual saat aktif:

Partikel emas halus berputar lembut

Kabut putih tipis menyelimuti kaki dan tongkat

Kadang burung Manguni hinggap di tongkat saat ia bermeditasi




---

🧬 Peran Cerita

Fungsi utama:

Penghubung masa kini dan masa lalu

Pembuka portal Waruga

Menyampaikan pesan roh leluhur


Hubungan:

Pemandu spiritual Tuama

Sosok pengganti ibu bagi Pingkan

Satu-satunya yang bisa mengaktifkan Lentera Kabasaran pertama kali




---



Komentar